SAMPAH OH SAMPAH
“Hmm....” Aku menghela nafas, berbicara pada diri
sendiri melihat tumpukan sampah “Kasihan alam ini.....” Sampah yang menumpuk
itu, sudah tentu akan mengganggu penduduk di sekitarnya. Selain baunya yang
tidak sedap, sampah sering dihinggapi lalat.sampah juga dapat mendatangkan
wabah penyakit. Walaupun terbukti sampah itu dapat merugikan, tetapi ada sisi
manfaatnya. Hal ini karena selain dapat mendatangkan bencana bagi masyarakat,
sampah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat.
Lalu sejauh mana Kita peduli dengan sampah, menjaga dan
mencintai bumi dengan membuangsampah pada tempatnya. Sampah merupakan masalah
yang dihadapi semua negara, tidak hanya di negara berkembang seperti Indonesia
negara majupun demikian.
Permasalahan sampah merupakan hal yang krusial.
Bahkan, dapat diartikan sebagai masalah kultural karena dampaknya mengenai
berbagai sisi kehidupan, terutama di kota besar. Berdasarkan perkiraan,volume
sampah yang di hasilkan oleh manusia rata-rata sekitar 0,5
kg/perkapita/hari,sehingga untuk kota besar seperti Jakarta yang memiliki
penduduk sekitar 10 juta orang menghasilkan sampah sekitar 10.000 ton/hari.
Bila tidak cepat ditangani secara benar, maka kota-kota besar tersebut akan
tenggelam dalam timbunan sampah berbarengan dengan segala dampak negatif yang
ditimbulkannya seperti pencemaran air, udara, tanah, dan sumber penyakit.
Saya dan teman – teman dari STMIK Rosma Karawang
membudayakan buang sampah pada tempatnya sudah di mulai dari diri Kita dan dari
hal terkecil, berikut jepretan kamera dan opini dari teman – teman STMIK Rosma
tentang mengapa budaya membuang sampah
pada tempatnya menjadi suatu hal yang dianggap penting ?........
(Bersambung....)

Nanti di lanjut lagi kerja dulu
Komentar
Posting Komentar