ZAMAN NOW JANGAN TAKUT MENIKAH


Firman Allah SWT :
ياَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ منْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّ خَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَ بَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَّ نِسَاءً، وَ اتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِه وَ اْلاَرْحَامَ، اِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. النساء:1
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. [QS. An-Nisaa’ : 1]

عَنْ اَنَسٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ رَزَقَهُ اللهُ امْرَأَةً صَالِحَةً فَقَدْ اَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِيْنِهِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِى الشَّطْرِ اْلبَاقِى. الطبرانى فى الاوسط و الحاكم. و قال الحاكم صحيح الاسناد
Dari Anas RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, “Barangsiapa yang Allah telah memberi rezqi kepadanya berupa istri yang shalihah, berarti Allah telah menolongnya pada separo agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah untuk separo sisanya”. [HR. Thabrani di dalam Al-Ausath, dan Hakim. Hakim berkata, “Shahih sanadnya]

Zaman Now. Masih ada saja sodara, teman bahkan tetangga yang masih bertanya Kapan Nikah ?... (padahal udah jam 8 malam, penghulu dan kantor KUA juga udah tutup kali jam segitu).
Dari pengalaman Saya pribadi setelah ngobrol dengan teman dan rekan-rekan ditemani secangkir kopi rata-ta setelah dikalkulasi laki-laki berpikir menunda pernikahan karena hal – hal sebagai berikut:
Pertama, Laki-laki memilii prioritas lain. Entah karena ingin mapan, memiliki kendaraan, karir ya baik bahkan adapula yangn memikirkan biaya pendidikan adiknya yang harus di tanggung. Laki-laki seperti ini (yang saya maksud teman saya yang sedang ngopi bareng tadi. Hehe…) cenderung akan berkomitmen pada hal-hal yang sifatnya materi. Padahalkan sukses bareng pendamping hidup sangat dibutuhkan di zaman now.
            Kedua, Khawatir perkawinan tidak akan berhasil mengikat diri dengan orang lain tentu melibatkan risiko. Kedua belah pihak harus mau berkorban demi pasangannya, yang tentu saja menghabiskan energi. Bagi sebagian orang, perkawinan tidak layak dijalani (astagfirulloh…) kecuali ada jaminan 100 persen akan berhasil untuk semua orang. Memang, kita tak bisa memastikan apakah jaminan itu betul-betul tidak mungkin diperoleh, namun sesuatu yang belum pasti inilah yang membuat pria mundur.
            Ketiga, Masih ingin bebas, Laki-laki memilih masih sendiri dengan kehidupanya, tanpa ada yang melarang dan belum ada keinginan untuk memulai kehidupan rumah tangga. Banyak hal yang ditakuti seperti terbatasnya waktu untuk bermain dengan sesama teman hobby_nya merupakan tanda bahwa ia masih ingin bersenang-senang dengan hidupnya. Ketika punya keluarga nanti, tentu konsekuensinya adalah si dia harus meninggalkan kehidupan tersebut. Bagi sebagian mereka belum siap harus meninggalkan kehidupan 'hura-huranya' tersebut.
(Ceritanya kopi yang secangkir tadi tinggal setengahnya lagi ya..)
Pada intinya, Kita semua ingin menjadi yang lebih baik dan menginginkan untuk menikah sebagai penyempurnakan setengah agamanya.
Hadisnya dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من رزقه الله امرأة صالحة فقد أعانه على شطر دينه فليتق الله في الشطر الباقي
Siapa yang diberi karnia oleh Allah seorang istri yang solihah, berarti Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu, bertaqwalah kepada Allah setengah sisanya. (HR. Baihaqi 1916).

Saat Kopi di cangkir Kita mau habis ni..
Kita bahas tips agar Allah mempermudah jalan kita untuk menikah '-InsyaAllah- amien':
  • Niatkan nikah kita itu untuk mengikuti Sunnah Rosululloh SAW
Masih berdasar Hadits Riwayat Ibnu Majah di atas, ketika menikah itu adalah Sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rosululloh SAW, maka mengerjakannya adalah salah satu jalan agar datang Cinta dan Pertolongan Allah. Coba lihat deh Q.S Ali Imron : 31, yang artinya "Katakanlah, Jika kalian mencintai Alloh maka ikutilah aku (Rosululloh), pasti Alloh akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Alloh-lah Yang Maha Pengampun dan Penyayang"
  • Niatkan juga untuk menjaga kesucian diri dari kemaksiatan
Ini jelas sekali janji Alloh untuk menolong seorang hamba yang menikah dengan diat untuk menjaga kesucian diri dari kemaksiatan, berdasar Hadits Rosululloh SAW yang artinya :" 3 golongan yang semuanya wajib bagi Alloh untuk menolongnya. Pertama, seorang yang berjihad di jalan Allah. Kedua, seorang yang menikah dengan niat menjaga diri dari kemaksiatan. Ketiga, seorang Hamba sahaya mukatab yang ingin melunasi dirinya agar bisa merdeka" Hadits Hasan riwayat Imam Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah
  • Kebaikan hanya datang dari kebaikan sebelumnya
Maksudnya apa? Ketika menikah adalah salah satu Ibadah, dan Ibadah itu tentunya adalah satu kebaikan. Maka untuk menuju hal yang baik tersebut harus dengan jalan yang baik pula, agar pernikahan kita yang baik itu datang setelah proses awal yang baik. Karena kebaikan itu hanya datang dari kebaikan sebelumnya. Faham gak??hee
Jadi ketika ingin pernikahan kita dipermudah dan diberkahi tentunya oleh Alloh Ta'ala, maka lakukanlah proses menuju pernikahan tersebut dengan Syar'i, tidak lewat jalur alternatif belakang yang dekat sekali dengan kemaksiatan.. Tau gak maksudnya apa??xixixi
  • Pasang target! Jujur dan Husnuzh-zhon pada Alloh
Ya, harus pasang target. Tapi yang ditargetkan bukan 'dia', bukan seorang wanita dambaan hati. Kalo itu yang ditagetkan, Capeeeek... Udahnya si-'dia' belum tentu mau, terus si-'dia' juga sama sekali belum tau. Kalo giliran si-'dia' udah nikah duluan, bisa-bisa gantungin diri di pohon cabe..hee
Targetkan tahun ini insyaAlloh NIKAH! atau semester 5 saya harus NIKAH! Dengan targetan baik seperti itu, kemudian kita jujur dan be-Husnuzh zhon pada Alloh, maka pasti Alloh akan dengan mudah menggenapkan target kita. InsyaAlloh..
Mari kita renungkan kisah seorang Shahabat gagah berani yang ikut berperang bersama Rosululloh SAW kala itu. Ketika pertempuran usai, Rosululloh memberikan kepadanya bagian dari harta rampasan perang. Tapi dia menolak dan berkata "Demi Alloh! bukan untuk ini saya berperang bersama engkau, tapi agar saya terkena anak panah disini dan meraih janji Surga-Nya!", dia menunjuk pada tenggorokannya. Setelah dia pergi, maka Rosululloh bersabda :"jika di ajujur pada Alloh, Alloh akan memenuhi kata-katanya!". Maka benar. Ketika perang usai, Shahabat ini ditemukan Syahid dengan anak panah menancap di lehernya. Subhanalloh, Shodaqolloh wa Shodaqo Rosuuluh.. Bukankah itu juga yang kita harapkan?? #nikah_iya_mati_syahid_juga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FROZEN 2 PUTRA

MAKALAH MEMBERANTAS KORUPSI DENGAN KONSEPSI PANCASILA

Forum Diskusi Umum Ormawa STMIK Rosma Karawang