Shadiqaka Man Shadaqaka Laa Man Shaddaqaka
“Sahabat
sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang
senantiasa membenarkanmu”
Sungguh
bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Umar
bin Khattab berkata “Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam,
yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh.
Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah
erat-erat.” [Quutul Qulub 2/17]
"Teman
yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang
pandai besi. Penjual minyak wangi, engkau bisa membeli minyak wangi darinya,
dan kalau pun tidak, engkau tetap dapat mendapatkan bau harum darinya. Adapun
pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak,
engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap." (HR.
Bukhari-Muslim).
Adi
bin Zaid rahimahullah berkata “Tidak perlu engkau tanyakan (tentang) siapa
seseorang itu, namun tanyakanlah siapa teman dekatnya, Karena setiap orang itu meniru
(tabiat) teman dekatnya. Jika engkau ada di suatu kaum, maka bertemanlah dengan
orang-orang yang baik diantara mereka Dan janganlah berteman dengan orang-orang
yang hina (diantara mereka), niscaya engaku menjadi hina bersamanya.”
Sahabat
sejati adalah yang senantiasa jujur, jika salah atau keliru di ingatkan, bukan
selalu membenarkan apa yang di perbuatNya. Bro… ,rasa-rasaNya sangat banyak
sahabat yang kita miliki, hampir setiap waktu kita berkomunikasi bahkan berbagi
kegiatan sehari-hari dengan sahabat. Coba bayangkan yang semoga dengan
banyaknya persahabatan yang kita miliki dapat dan mampu bersahabat sampai ke
surganya Alloh SWT. Aamiin,….
Dari
[Abdurrahman bin ‘Auf] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Abu Bakar masuk surga, Umar masuk surga, Utsman masuk surga, Ali
masuk surga, Thalhah masuk surga, Zubair masuk surga, Abdurrahman bin ‘Auf
masuk surga, Sa’ad masuk surga, Sa’id masuk surga dan Abu Ubaidah bin Jarah
masuk surga.” (Hadits Tirmidzi Nomor 3680). Lalu,… bagaimana dengan Kita Bro
?... tidak ada jaminan, Alangkah baikNya mencari dan bersama sahabat yang soleh
dan solehah. Begitu mulianya arti persahabatan dalam Islam. Persahabatan yang
di jalani dengan tulus karena Allah maka mereka akan menjadi saudara yang
saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut
hingga ke Akhirat kelak.
Iman Syafi’i berkata “Jika engkau punya
teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah
erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari teman baik itu
susah, tetapi melepaskannya mudah sekali”. Diriwayatkan pula dalam hadits
“Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak
menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia.
Maka mereka pun bertanya kepada Allah SWT, ‘Ya Rabb .. kami tidak melihat
sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia sholat bersama kami, puasa bersama
kami dan berjuang bersama kami…’, maka Allah berfirman ‘Pergilah ke neraka,
lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya
sebesar zarrah’ (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab Az-Zuhd)”.
Ibnul
Jauzi pernah pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis, “Jika
kalian tidak menemukan aku nanti di syurga bersama kalian, maka tolonglah
bertanya kepada Allah tentang aku, ‘Wahai Rabb kami … hamba MU fulan sewaktu di
dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU. Maka masukkanlah ia bersama kami
di syurga-MU’.


Komentar
Posting Komentar