Aku Pengangguran, Bisakah Dia Menerima Pinangan Ku
Nah
Lhoh gaes !! Bingungkan. “Aku Pengangguran, Bisakah Dia Menerima Pinangan Ku,
sementara propesi ku saat ini adalah seorang pengacara muda alias pengangguran
banyak acara. Hehe… siang malam wara-wiri membuat acara yang tidak jelas untuk
masa depan ku”.
Gaes, Islam memberikan kebebasan kepada setiap
perempuan untuk menentukan calon pendampingnya (suami) tanpa adanya paksaan. Ia
dapat memilih calon pasangannya sesuai dengan keinginannya. Namun, kita juga
harus kembali kepada ajaran agama kita. Jadi untuk lelaki wajar saja kalau
perempuan menolak pinangan karena ada Adab yang harus diperhatikan oleh seorang
perempuan dalam memilih suami. (Saya ambil sumbernya dari Adab Islam Dalam
Kehidupan Sehari-hari/Karya: Mahdy Saeed Reziq Krezem) diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Seorang perempuan hendaknya memilih calon
suami yang shaleh, beragama dan berakhlak baik. Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Jika datang kepadamu (hai para wali) laki-laki yang seagama denganmu (agama
Islam yang baik), maka nikahkanlah anak kamu dengannya.”
Hal ini tergantung kepada si perempuan dan
walinya. Bila datang seorang laki-laki yang shaleh dan baik hendaknya mereka
menerima lamarannya, meskipun laki-laki tersebut dari golongan orang-orang
miskin atau orang yang tidak dikenal.
2. Seorang perempuan hendaknya memilih laki-laki
yang benar-benar mencintainya dan ia pun mencintainya, dengan syarat hal yang
pertama (shaleh) harus diutamakan.
3. Seorang perempuan hendaknya memilih calon
suami yang cerdas, rajin bekerja, giat, memiliki pekerjaan dan penghasilan.
4. Seorang perempuan hendaknya memilih laki-laki
(calon suami) yang sehat jasmani dan rohaninya.
5. Seorang perempuan jangan hanya melihat
laki-laki dari sisi ketampanan dan hartanya saja, tetapi bila dibalik
ketampanannya itu ia pun beragama Islam dengan baik, maka hal itu merupakan
anugerah besar dalam kehidupan berkeluarga.
6. Tidak boleh seorang perempuan Muslim menikah
dengan laki-laki non Muslim, maka pernikahannya itu batal (tidak sah) dan
haram.
7. Jika si laki-laki (calon suami) berasal dari
keluarga yang baik, beragama dan berakhlak terpuji, maka hal itulah yang
dianjurkan oleh agama dan lebih utama.
Gaes,
Pernikahan menjadi hal yang diimpikan oleh banyak orang. Namun begitu, untuk
melangkah menuju mahligai pernikahan, setiap pasangan harus memiliki persiapan
matang Salah satu hal yang harus dipersiapkan sebelum pernikahan adalah
maskawin dan segala biaya pernikahan yang dibutuhkan.
Mas kawin ini biasanya diberikan oleh pihak
laki-laki untuk meminang wanita idamannya. Oleh karena itu, para lelaki
tentunya akan mengupayakan berbagai cara agar dapat mewujudkan pernikahan
impian untuk wanita yang dicintai.
Gaes,
Sebagian dari kita masih ada loh yang menunda-nunda pernikahan dengan alasan
“belum punya pekerjaan Bro”. Atau ingin mengejar karir terlebih dahulu.
Pertanyaannya, bagaimana jika Anda tidak pernah mendapat pekerjaan? Apakah
harus bertahan selamanya?
“Kalau gue nikah sekarang, nanti anak orang harus gue kasih makan apa? Cinta?” Barangkali begitulah jawaban mereka ketika disarankan untuk segera menikah.
“Kalau gue nikah sekarang, nanti anak orang harus gue kasih makan apa? Cinta?” Barangkali begitulah jawaban mereka ketika disarankan untuk segera menikah.
Memang alas an mereka tidak salah, membina rumah
tangga tidak cukup hanya dengan cinta dan cinta. Perlu materil dan keuangan
yang cukup untuk membangun rumah tangga, agar tidak terombang – ambing dan tenggelam
di tengah samudra. Tetapi gaes kekhawatiran yang berlebihan terhadap masalah ekonomi dan
belum bekerja, sehingga menunda-nunda pernikahan juga kurang tepat. Sebab apa
yang akan terjadi besok, termasuk masalah rezeki, semua orang tiada yang tahu.
Boleh jadi hari ini masih nganggur, namun setelah menikah tiba-tiba mendapat
pekerjaan. Rencana Alloh SWT kedepan tidak ada yang tahu loh gaes.
So buat kalian ni gaes yang sudah cukup umur,
punya niatan yang mulia, punya uang (biaya) untuk mahar dan walimah sederhana
(walau hanya memotong seekor kambing), segeralah untuk meminang dan
menikahinya.
Nah Gaes, dari masalah keterbatasan dana dan belum punya pekerjaan aku kasih solusi ni ya,
1. Kompromikan Keterbatasan Kemampuan Ekonomi Anda
Sebelum acara lamaran, bicarakan dan
kompromikan keterbatasan kemampuan ekonomi Anda dengan calon istri. Kalau
mungkin, ya langsung dengan calon mertua. Katakan sejujurnya dan apa adanya,
berapa kemampuan Anda memberikan mahar, dan biaya walimah. Jika pihak calon istri menyetujui hal itu, ya lanjutkan aja ke acara lamaran
secara resmi, terus tentukan hari pernikahannya. Untuk menghemat biaya, acara
pernikahan sebaiknya dilakukan di KUA saja, gratis. Jika dilaksanakan di rumah,
biayanya antara 500 ribu sampai satu juta rupiah, bahkan lebih pada daerah
tertentu.
2. Setelah Menikah Tetaplah Ikut Orangtua/Mertua
Yang namanya hidup baru dan belum punya apa-apa, ya terpaksa tetap bergantung pada orangtua atau mertua, sampai Anda sanggup untuk berdiri sendiri membangun rumahtangga bersama istri tercinta Anda. Orangtua/mertua juga akan memaklumi hal itu, sebagaimana mereka dulu juga mungkin seperti itu pada awal menikah. Jangan merasa segan tinggal di rumah mertua. Sebab secara hukum, kedudukan menantu adalah sama dengan anak sendiri. Bantulah pekerjaan yang ada di rumah mertua, sebagaimana apa yang seharusnya Anda lakukan di rumah sendiri. Jika Anda bisa sedikit demi sedikit membantu secara ekonomi, bantulah semisal membayarkan tagihan listrik, PDAM, atau sekedar beli keperluan dapur semampunya, Begitu gaes.
3. Rezeki Akan Datang Setelah Anda Menikah
Orang bijak bilang, rezeki itu ada rezeki istri, rezeki anak, dan lain-lain. Ane sendiri sejak menikah sampai sekarang tidak punya pekerjaan tetap, tapi tuh tetap bisa menghidupi istri dan anak-anak. Yah entah itu dari honor sebuah kegiatan yang diikuti, honor tulisan, jasa pengetikan, dan sebagainya. Pokoknya ada-ada aja jalan datangnya rezeki itu setelah menikah.
Ya, setelah menikah, biasanya seorang suami akan semakin giat bekerja, atau mencari pekerjaan. Hal ini karena adanya tuntutan nafkah dan tanggungjawab keluarga. Dibanding sebelum menikah, semangat kerja seorang suami itu jauh meningkat lebih tinggi.
Nah, gimana Agan-Agan yang masih sendiri, udah siap untuk menikah? Semoga!

Komentar
Posting Komentar