KEBERKAHAN WAKTU
“Sepohon kayu
daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup Seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Walaupun hidup Seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Kami bekerja sehari-hari
Untuk belanja rumah sendiri
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya”
Itu sebait lirik dari judulnya sepohon
kayu yang mungkin sama kita pernah dengar atau bahkan salah satu lagu kesukaan
untuk bahan renungan. Betewe gimana rasanya ya hidup seribu tahun tapi tidak
sembahyang. Wah wah… sombong banget rasanya ya Gaes. Sehari, sehari, jadi
seminggu. Seminggu, seminggu, jadi sebulan. Sebulan, sebulan, jadi setahun.
Gitu aja terus sampe tua.
Lalai sama waktu yang terus berjalan gegara gampang
banget teralihkan fokusnya.
Waktu berjalan begitu cepat. Waktu tidak
pernah berhenti sejenak atau memberi kesempatan kepada umat manusia untuk
beristirahat. Ia tetap berjalan mengikuti aliran takdir Alloh SWT. Siapa yang
tak sanggup mengatur waktunya, niscaya ia akan tergilas dalam nestapa. Dan
barangsiapa yang mampu mengatur waktunya, ia akan tampil menawan sebagai
khalifah Allah di muka bumi.
Banyak
contoh yang bisa kita jadikan sebagai panutan. Lihatlah Imam Nawawi, usianya
sekitar empat puluh tahunan tapi ilmunya bermanfaat hingga detik ini, jutaan
umat Islam mendulang keberkahan ilmunya lewat torehan karya-karya beliau semasa
hidupnya yang singkat itu. Ada pula contoh menarik. Habib Abdullah bin Husain
bin Thahir, begitu ketatnya beliau dalam mengatur waktu hingga dalam urusan
makan dan minum dilakukannya dengan mencampur keduanya di sebuah tempat
layaknya bubur. Beliau “terpaksa” melakukan hal ini karena khawatir waktunya
terkuras sia-sia hanya gara-gara urusan makan dan minum. Sementara sisa
waktunya yang lain beliau isi dengan belajar, berdzikir, dan beribadah kepada
Allah. Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad dalam bukunya “Risalah Al-Mu`awanah”
mengatakan, “Tiap hembusan nafasmu adalah permata yang tak ternilai harganya, tidak
ada duanya. Jika hilang ia tak akan kembali lagi selama-lamanya.” Ungkapan ini
mengajak kita untuk memakmurkan waktu dengan aneka kegiatan yang berasas
manfaat, sehingga tiap saat yang berlalu bernilai tambah sejak bangun tidur
hingga tidur kembali. Pengaturan waktu yang efektif akan membuat hidup menjadi
baik dan terhindar dari kesemerawutan.
Diakhir
majelis yang diisi oleh Maulana Syekh Yusri Rusydi ada seorang yang bertanya
yang mana penanya menggunakan sistem kalkulator ” imam Bukhari mengumpulkan
hadits sebanyak enam ratus ribu hadits, jika satu hadits beliau membutuhkan
waktu satu jam, maka seharusnya beliau butuh sekian ratus tahun dalam
menyelesaikan semua hadits tersebut, bagaimana ini ya Maulana?” Syekh Yusri
menjawab ”zaman yang diciptakan Allah mempunyai rahasia yang menakjubkan, kita
bisa menggunakan satu jam untuk mengisi apapun sesuka hati dan bisa juga
menghilangkannya dengan tidak berbuat apa-apa, ajaibnya lagi ada orang yang
bisa mengerjakan pekerjaan dalam satu jam yang mana orang lain mengerjakannya
butuh waktu 10 jam, subhanallah.”
Pada
akhirnya, mungpung kita masih punya waktu masih ada sisa kontrak hidup kita
didunia ini, mari kita menata waktu, menata diri,dan menata iman dengan nilai -
nilai kebaikan, Sungguh Alloh maha pengampun dari segala dosa dan menyukai
hamba-hambaNya yang mau mendekatkan kepadanya untuk meminta ampun.

Wahh ahirnya update jga blognya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusAlhamdulilah,masih sempet biin artiel nya.
HapusDitunggu updatean selanjutnya
BalasHapus