BAHAGIA ITU SEDERHANA
|
B |
Subuh harus terlewatkan karena tidur larut malam. Dhuhur tidak ada waktu yang luang masih sibuk dengan meeting dan pekerjaan. Ashar sedang sibuk-sibuknya pembahasan target kerja ini itu, Magrib rasanya ini penentuan perusahaan kedepan dengan beberapa rekan perusahaan. Isya harusnya bisa, tetapi badan ini merasa cape seharian rutinitas. Pukul 23.00 barulah bisa pulang dari tempat kerja. Baru 10 menit keluar dari tempat kerja kendaraan yg dipakai mengalami kecelakaan yang sangat hebat dan nyawapun tak terselamatkan....
“Assalamualaikum hati yang kosong, jiwa yang asing dalam kenikmatan ibadah, qolbu yang gelap dari rahmatnya”. Sangat merugi ketika ada waktu luang tidak bisa memanfaatkan dalam ibadah dan kebaikan, hingga pada akhirnya kesempitan waktu menghampiri tanpa permisi dan mengetuk pintu. Sementara diluaran sanah masih banyak kemaksiatan yang dipertontonkan.
Ketika zaman telah mendekati akhir, maka kemaksiatan meraja lela. Kebanyakan manusia lari dari tuhannya lalu mengejar makhluk. Manusia semakin menjauhi Nabi Muhammad SAW lalu mendekati kepada setan. Manusia tidak perduli pada Al-Quran dan malah semakin peduli pada berita dan kabar yang tidak jelas. Manusia tenggelam dalam kesenangan dunia yang sementara dan lupa pada kesenangan surge yang kekal abadi. Sungguh di zaman akhir ini banyak hati manusia yang mati.
“Orang termiskin yang aku ketahui adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa kecuali hang.” (John D. Rockefeller JR)
. Ada survey di Australia yang mencoba mencari relasi antara hang daan kebahagiaan. Dan yang lebih mengejutkan, hasil survei ini akhirnya memperkuat kepercayaan banyak orangyang mengatakan bahwa uangtidak bisa membeli kebahagiaan. Di antara 150 daerah sasaran survei, kaum kelas menengah di Sydney ternyata masuk dalam kategori warga yang paling menderita di Australia. Sebaliknya, salah satu daerah termiskin di Australia yakni Wide Bay di pedalaman Queensland, penduduknya ternyata termasuk yang paling bahagiadi negeri kangguru itu.Entah bagaimana Anda memandang hasil survey ini. Saya hanya ingin menegaskan bahwa letak kebahagian bukan sekadaar materi. Cara pencapaian bahagia tak harus dengan hang, tak harus dengan jabatan tinggi, tak harus dengan popularitas melangit.
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari (sifat)gelisah, sedih, lemah, malas, kikir, pengecut, terlilit hutang dan kekuasaan” (HR Bukhori)
Sumber Buku:
- Judul : Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk (Ahmad Rifa’I Rif’an)
- Judul : Kun Ibadurrahman Nikmatnya ibadah dengan keutamaan amal (Muhammad Farid Wajdi, LC)
Komentar
Posting Komentar