Setelah pernikahan ada apa ya ?...
Akhirnya
kepelaminan juga dan disaksikan oleh halayak serta sodara sah juga
pernikahanNya. Dimana setelah pernikahan akan ada lembaran baru yang akan kita
jalani bersama pasangan nantinya baik dikala suka maupun duka, baik dikala
basah maupun kering (kehujanan diperjalanan maskudnya), baik dikala siang
maupun malam hari. Begini kiranya beberapa fase atau momen bersama pasangan yan
gakan dilalui, tidak usah takut nanti bagaimana menjalaninya karena setelah
pernikahan adalah bernilai ibadah ketika kita diniatkan dengan kebaikan.
1.
Romantisme Bulan Madu
Ditahap
ini rupanya pacaran setelah pernikahan jauh lebih indah, romansa romantic senantiasa
mewarnai setiap detik dan rutinitas yang dijalani. “Dunia ini berasa milik
berdua, yang lain hanya sebatas penghuni kosan semenatara yang setiap bulan
didatangi ibu kos” hehe.. rasa-rasanya seperti itu gambaran kecil dari orang
yang sedang menikmati romantisme bulan madu.
Akan
ada perasaan dimana saling tergila-gila satu sama lain, ditengah perasaan yang
canggung dengan kehadiran orang baru dalam kehidupan kita. Memberikan senyuman
dan kebahagiaan tidak ada sejengkal kegiatan tanpa di ikuti bersama-sama.
Presiden
Rusia Namanya Putin
Punya
sahabat Namanya Martin.
Selamat
menikmati malam pengantin.
Moga
indahnyamerasuk dalam batin.
(Barusan
itu pantun ya Guys ceritanya)
2. Bermusyawarah
Ketika Ada Keributan Tanggung Jawab
Setelah
romantisme bulan madu selesai, inilah dunia sebenarnya akan ada peran untuk
pencari nafkah, ada peran yang akan mengurusi rumah, bahkan tidak sedikit ada
pasangan yang bertengkar untuk menentukan siapa berperan apa.
Kita
akan merasa pasangan kita sudah tidak seromantis dulu, waktu kencan sudah tidak
adalagi, semua focus dengan pekerjaan yang diperankan masing-masing. Ada pembelajaran
dari tanggung jawab kita setelah menikah, pembelajaran yang tidak di dapatkan
dibangku sekolah ataupun saat kuliah dulu.
3.
Kekurangan Pasangan Kita
Realitas
pernikah benar-benar membuka mata kita bahwa hidup tidak semudah dan seindah
yang kita bayangkan. Hidup Bersama dalam 1 rumah membuat kita tahu kekurangan
pasangan kita, tentu kitapun memiliki kekurangan itupula.
Kekurangan
ini sesekali membuat kita merasa jengkel dan emosi ketika suatu hal tidak
sejalan dengan yang kita harapkan, karena tidak mudah menyatukan visi misi
dalam rumah tangga.
4.
Menyelaraskan Visi Dan Misi Hidup Bersama
Ini
adalah fase yang terbaik kita bersama pasangan setelah lama melewati proses
pembelajaran hidup yang di dapat. Bisa saling melengkapi dari kekurangan yang
ada. Membangun kehidupan yang selaras secara bersamaan dalam hal apapun,
semisal ingin memiliki momongan dan mewujudkan Impian Bersama.
Setiap
orang pasti akan menjalani fase tersebut dengan lebih baik, lebih bijak dalam
menyikapi hidup bersama yang pada akhirnya akan menua bersama. Aamiin…
14 februari 2024
Tabroni
Kadang kita sebagai pemula yg belum menikah takut juga resah, besok anak istri makan nya seperti apa, keperluan sehari harinya seperti apa .. tapi berbeda dg rencana Allah begitu indah ketika gerbang pernikahan itu di semai.
BalasHapusMasya allah....
Hapus