Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

KEBERKAHAN WAKTU

Gambar
“Sepohon kayu daunnya rimbun Lebat bunganya serta buahnya Walaupun hidup Seribu tahun Kalau tak sembahyang apa gunanya Walaupun hidup Seribu tahun Kalau tak sembahyang apa gunanya Kami bekerja sehari-hari Untuk belanja rumah sendiri Walaupun hidup seribu tahun Kalau tak sembahyang apa gunanya” Itu sebait lirik dari judulnya sepohon kayu yang mungkin sama kita pernah dengar atau bahkan salah satu lagu kesukaan untuk bahan renungan. Betewe gimana rasanya ya hidup seribu tahun tapi tidak sembahyang. Wah wah… sombong banget rasanya ya Gaes. Sehari, sehari, jadi seminggu. Seminggu, seminggu, jadi sebulan. Sebulan, sebulan, jadi setahun. Gitu aja terus sampe tua. Lalai sama waktu yang terus berjalan gegara gampang banget teralihkan fokusnya.  Waktu berjalan begitu cepat. Waktu tidak pernah berhenti sejenak atau memberi kesempatan kepada umat manusia untuk beristirahat. Ia tetap berjalan mengikuti aliran takdir Alloh SWT. Siapa yang tak sanggup mengatur waktunya, niscaya ia akan te...

Aku Pengangguran, Bisakah Dia Menerima Pinangan Ku

Gambar
Aku Pengangguran, Bisakah Dia Menerima Pinangan Ku Nah Lhoh gaes !! Bingungkan. “Aku Pengangguran, Bisakah Dia Menerima Pinangan Ku, sementara propesi ku saat ini adalah seorang pengacara muda alias pengangguran banyak acara. Hehe… siang malam wara-wiri membuat acara yang tidak jelas untuk masa depan ku”. Gaes, Islam memberikan kebebasan kepada setiap perempuan untuk menentukan calon pendampingnya (suami) tanpa adanya paksaan. Ia dapat memilih calon pasangannya sesuai dengan keinginannya. Namun, kita juga harus kembali kepada ajaran agama kita. Jadi untuk lelaki wajar saja kalau perempuan menolak pinangan karena ada Adab yang harus diperhatikan oleh seorang perempuan dalam memilih suami. (Saya ambil sumbernya dari Adab Islam Dalam Kehidupan Sehari-hari/Karya: Mahdy Saeed Reziq Krezem) diantaranya adalah sebagai berikut:   1. Seorang perempuan hendaknya memilih calon suami yang shaleh, beragama dan berakhlak baik. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika datang kepadamu (hai...

Kemunculan Partai Politik di Dunia Islam

Gambar
Partai politik (Parpol) adalah sebuah organisasi yang memperjuangkan nilai atau ideologi tertentu melalui struktur kekuasaan dan kekuasaan itu diperoleh melalui keikutsertaan di dalam pemilihan umum. Sementara, dalam Islam istilah partai politik baru dikenal pada masa moden ini. Yakni ketika Muslim bersentuhan dengan sistem demokrasi. Sebelum ada partai politik di dunia Islam sudah ada terlebih dahulu lembaga politik bernama  Ahl Al-Hall Wa Al 'Aqd . Ia berisi orang-orang berilmu, berintegritas dan punya otoritas untuk mengambil keputusan politik di lingkungan pemerintahan. Menurut Al-Mawardi, tugas utama lembaga ini adalah meneliti dan menguji calon-calon pemimpin yang diajukan. Ahl Al-Hall Wa Al 'Aqd pertama kali dibentuk pada masa akhir pemerintahan Umar bin Khattab. Umar menunjuk enam orang sahabat, agar satu orang diantara mereka diangkat sebagai pemimpin negara dengan lima orang sisanya. Dalam perjalanannya lembaga  Ahl Al-Hall Wa Al 'Aqd ini tidak ada lagi se...