KEBERKAHAN WAKTU
“Sepohon kayu daunnya rimbun Lebat bunganya serta buahnya Walaupun hidup Seribu tahun Kalau tak sembahyang apa gunanya Walaupun hidup Seribu tahun Kalau tak sembahyang apa gunanya Kami bekerja sehari-hari Untuk belanja rumah sendiri Walaupun hidup seribu tahun Kalau tak sembahyang apa gunanya” Itu sebait lirik dari judulnya sepohon kayu yang mungkin sama kita pernah dengar atau bahkan salah satu lagu kesukaan untuk bahan renungan. Betewe gimana rasanya ya hidup seribu tahun tapi tidak sembahyang. Wah wah… sombong banget rasanya ya Gaes. Sehari, sehari, jadi seminggu. Seminggu, seminggu, jadi sebulan. Sebulan, sebulan, jadi setahun. Gitu aja terus sampe tua. Lalai sama waktu yang terus berjalan gegara gampang banget teralihkan fokusnya. Waktu berjalan begitu cepat. Waktu tidak pernah berhenti sejenak atau memberi kesempatan kepada umat manusia untuk beristirahat. Ia tetap berjalan mengikuti aliran takdir Alloh SWT. Siapa yang tak sanggup mengatur waktunya, niscaya ia akan te...